Ultrasonic Flowmeters

Difinisi dan Cara Kerja Flow meter ultrasonic

Flowmeter adalah alat instrumen yang digunakan untuk mengukur aliran suatu fluida baik berupa cairan, gas, udara, steam, solid maupun lumpur. Ultrasonic flowmeter adalah flow meter yang mempunyai prinsip kerja mengukur kecepatan suatau fluida dengan menggunakan kecepatan glombang suara  ultrasonik ( ultrasound ). Dengan didapatnya kecepatan aliran akan di transmisikan ke transmitter flow ultrasonic  ( Ultrasonic flow transmitter). Ultrasonic Flow transmitter atau flow computer ini akan mengkalkulasi signal ultrasonic yang berupa waktu pengiriman dan penerimaan gelombang ultrasonic.

Dengan diketahuinya Kecepatan aliran karena dikirimnya signal oleh transducer dan diketahuinya luasan penampang area, maka ultrasonic flow transmiiter bisa menghitung besarnya flow rate dan total volume fluida yang mengalir melewati sensor ultrasonic.

 

Flowmeter ultrasonic merupakan salah satu alat ukur fluida yang banyak digunakan pada industri proses seperti Pengolahan air, Pengolahan limbah,  petro kimia, gas dan minyak bumi. Bila dibandingkan dengan alat ukur kecepatan fluida yang lain seperti Turbine, vortex, electromagnetic, mempunyai beberapa kelebihan antara lain: tidak menimbulkan penurunan tekanan, biaya perawatan murah, akurasi  cukup memadai dan bisa digunakan untuk pipa berukuran besar.

Flowma Flowmasonic WUF 620 CF
Flowma Flowmasonic WUF 620 CF

Ultrasonic flow meter tetap menjadi salah satu yang paling cepat berkembang di industri minyak & gas karena akurasi, keandalan, dan kemampuan diagnostiknya. Tanpa ada bagian bergerak yang aus dan tidak ada halangan pada aliran, pengukur aliran ultrasonik memberikan biaya kepemilikan keseluruhan yang lebih rendah daripada pengukur aliran mekanis dan teknologi pengukur aliran yang kuno.

Komponen Flowmeter Ultrasonic

Ultrasonic flow meter memiliki beberapa komponen utama dan tambahan yaitu

  • Ultrasonic flow Sensor atau Ultrasonic Transducer
  • Ultrasonic flow transmitter atau flow computer

Jenis Ultrasonic Flowmeter berdasarkan cara kerja

Berdasarkan teknologi yang digunakan flowmeter ultrasonik dibedakan menjadi dua yaitu doppler ultrasonic flow dan transit time ultrasonic flow meter. Semua metoda yang digunakan bisa dipakai untuk prinsip kerja ultrasonic flowmeter, tergantung dari penerapan masing masing yang punya product tersebut.

Dopller Ultrasonic Flow Meter

Doppler ultrasonic flow meter mengukur pergeseran Doppler yang dihasilkan dari pantulan sinar ultrasonik dari partikel dalam cairan yang mengalir. Frekuensi sinar yang ditransmisikan dipengaruhi oleh pergerakan partikel; pergeseran frekuensi ini dapat digunakan untuk menghitung kecepatan fluida. Agar prinsip Doppler dapat bekerja, harus ada material yang memantulkan cahaya dengan densitas yang cukup tinggi seperti partikel padat atau gelembung udara yang tersuspensi dalam fluida. Ini sangat kontras dengan flowmeter waktu transit ultrasonik, di mana gelembung dan partikel padat mengurangi akurasi pengukuran. Karena ketergantungan pada partikel ini, ada aplikasi terbatas untuk flowmeters Doppler. Teknologi ini juga dikenal sebagai velocimetry Doppler akustik.

Dopller ultrasonic flow meter  menggunakan refleksi dari ultrasound yang berfungsi untuk mengukur kecepatan fluida. Dengan mengukur pergeseran frekuensi antara sumber ultrasonik frekuensi, penerima, dan pembawa aliran relatif diukur. Pergeseran frekuensi yang dihasilkan bernama Efek Doppler. Efek dopler ini hanya cocok untuk aliran fluida yang hetrogen baik karena adanya bubble maupun komponen solid

Untuk Dopller ultrasonic flow meter  memiliki kelemahan pada saat gelombang yang dipantulkan oleh reflector dan diterima balik oleh transmitter tergantung kepada obyek yang memantulkan. Terkadang, fluida yang mengalir tersebut terdapat obyek partikel yang tidak dapat memantulkan kembali dikarenakan sifat dasar dari fluida itu sendiri untuk beberapa fluida dalam proses hidrokarbon.

Transit time Ultrasonic Flow Meter

Prinsip dari Flow meter ultrasonic transit time adalah dengan mengukur selisih waktu pengiriman gelombang suara dari pengirim ke penrima yang  serah aliran dengan pengiriman gelombang ultrasonic ke penerima yang beralawanan arah aliran dalam suatu lintasan tunggal akustik maupun multi lintasan akustik.

Ultrasonic flowmeter Trasnit time memiliki keunggulan karena berdasarkan velocity (kecepatan aliran) jadi tidak tergantung pada obyek yang ada di dalam fluida itu sendiri, sehingga ultrasonic tipe transit time banyak dipakai atau dimanfaatkan di dalam custody transfer (produk yang diukur mempunyai nilai jual). Selain itu, juga tidak terdapat moving parts (benda yang bergerak) serta pressure drops (penurunan tekanan). Akurasi yang dihasilkan juga bagus yaitu 0.2 %. untuk multi path dan 1% untuk single path.

Selain memiliki banyak kelebihan seperti yang disebutkan diatas,  Ultrasonic flowmeter transit time memiliki keterbatasan ketika digunakan untuk mengukur kecepatan aliran fluida yang profil alirannya tidak konstan dan berubah ubah. Profil aliran adalah distri busi kecepan aliran pada penampang melintang pipa. Pada aliran laminer, profil aliran berbentuk simetris dan cukup diukur dengan USM yang memiliki lintasan akustik tunggal. Namun dilapangan, aliran laminer sangat sulit untuk diperoleh dan dijaga sehingga profil aliran yang terbentuk cenderung berbentuk asimetris. Untuk profil asimetris, penggunaan USM multi lintasan akustik akan mampu memberikan hasil pengukuran yang jauh lebih baik.

Untuk flowmeter yang menggunakan metode transit time memiliki keunggulan karena berdasarkan velocity (kecepatan aliran) jadi tidak tergantung pada obyek yang ada di dalam fluida itu sendiri, sehingga ultrasonic tipe transit time banyak dipakai atau dimanfaatkan di dalam custody transfer (produk yang diukur mempunyai nilai jual). Selain itu, juga tidak terdapat moving parts (benda yang bergerak) serta pressure drops (penurunan tekanan). Akurasi yang dihasilkan juga bagus yaitu 0.2 %.

Jenis Flow Meter Ukltrasonic dari cara instalasi

Ultrasonic flow meter cukup luas penggunaanya baik digunakan di industri automotive, industri cooling, water treatement plan, wate water treatment , cooling tower, chemical dan lain lain. Karena diaplikasikan pada banyak bidang, flowmeter ultrasonic dalam disign berkemabang dengan berbagai cara instalasi yang disesuaikan dengan kondisi lapangan dengan tujuan mempermudah cara instalasi, mendapatkan tingkat akurasi yang memadai dan tujuan lainnya seprti untuk control

Ada 4 jenis  flow meter ultrasonic berdasarkan cara instalasi dan penggunannya.

  • In Line ultrasonic flow Sensor ( Spole piece )
  • Insertion Ultrasonic flow sensor
  • Clamp on Ultrasonic flow sensor
  • Open channel ultrasonic flow meter
  • Portable Ultrasonic Flow Meter

In Line ultrasonic flow Sensor ( Spole piece )

Tipe ini memiliki bagian pipa tersendiri yang dipasang secara inline dengan pipa saluran fluida. Kelebihan tipe ini adalah akurasinya yang lebih tinggi serta hanya memerlukan maintenance  yang minimal.

Kekurangannya, flow meter tipe ini membutuhkan biaya cukup besar jika pipa yang akan menjadi saluran berukuran besar.  Selain itu, pemasangannya perlu menghentikan aliran terlebih dahulu, dan jika sudah terpasang, maka akan rumit untuk memindahkannya ke tempat lain.

In Line Ultrasonic Flow Meter SL3488

Insertion Ultrasonic flow sensor

Cara instalasi insertion ultrasonic  flow meter cukup dengan melubangi pipa dan memasang fitting  untuk dudukan ultrasonic flow sensor (transducer). Selanjutnya trasnducer dimasukan kedalam pipa guna mendeteksi kecepatan aliran air dalam pipa yang dihubungkan dengan converter atau flow transmitter.

Clamp on Ultrasonic flow sensor

Flow meter clamp on ultrasonic adalah jenis flowmeter yang cara instalasinya tanpa harus memotong atau melubangi pipa.  Namun sensor ultrasonic atau transducer cukup ditempel dipermukaan luar pipa dan di clamp. Sehingga pada saat installasi aliran dalam pipa tidak harus berhenti atau pompa tidak perlu mati atau valve tidak perlu ditutup.

Pengukuran flow rate dengan menggunakan ultrasonic flow meter melibatkan beberapa bagian peralatan sesuai dengan fungsi dan tujuannya. Komponen tersebut berupa alat pengirim (transmitter) dan penerima (receiver) untuk frekuensi akustik.

Pada elemen pengirim, transducer berfungsi mengubah tegangan listrik frekuensi tinggi menjadi getaran kristal (akustik).  Sedangakan pada elemen penerima, transducer mengubah getaran kristal (akustik) menjadi sinyal listrik.

Clamp on Ultrasonic flow sensor  tidak memiliki bagian pipa tersendiri, namun ditempelkan pada permukaan luar pipa dan diclamp. Flow meter ultrasonik jenis ini lebih populer karena lebih simpel dan portabilitasnya tinggi.

Kelebihan ultrasonic flow meter tipe ini antara lain sebagai berikut:

  • Karena terpasang di luar pipa, maka instalasi lebih mudah, simpel, tanpa perlu mematikan aliran terlebih dahulu;
  • Pada pipa berukuran besar, biaya produk maupun pemasangan akan lebih murah karena tidak perlu pipa sendiri;
  • Lebih mudah untuk memindahkan dari 1 lokasi ke lokasi lain tanpa harus membongkar saluran.
  • Dapat berfungsi pada semua jenis material pipa, dari logam, polyurethane, dan lainnya.
Flowma flowmasonic WUF 620 Clamp On Ultrasonic Flow Meter
Flowma flowmasonic WUF 620 Clamp On Ultrasonic Flow Meter

Keuntungan penggunaan  Flowmeter Clamp on ultrasonic :

  •  Tidak ada penghalang di lintasan aliran, sehingga tidak ada pressure drop.
  • Tidak ada part bergerak (moving parts), sehingga tidak ada bagian parts yang aus yang menyebabkan maintenance cost rendah.
  • Model multi sensor mempunyai ketelitian lebih tinggi
  • Dapat digunakan untuk mengukur flow fluida yang korosif dan slurry.
  • Tersedia bbebrapa jenis sensor yang dapat mengukur dimeter pipa dari size DN15 – DN6000
  • Jika diaplikasikan pada ukuran pipa yang besar diatas 4 inchi akan lebih ekonomis dibandingkan dengan jenis flowmeter lainnya.
  •  Biaya instalasi sangat murah apalagi jika di instal pada pipa besar
  • Tidak perlu menghentikan proses aliran dalam pipa atau tidak perlu mematikan pompa
  • Dioperasikan pada semua jenis material pipa ( carbon steel, PVC, HDPE, SUS , dll ) dan semua jenis cairan homogen
  • Bisa di operasikan pada air limbah dan air kotor dengan maksimal solid partikel 12%
  • Dapat dipasang pada pada aliran dengan low flow velocity hingga 0.03 m/s
  • Mempunyai akurasi lumayan baik 1% – 2%
  • Pada additional tersedia eksternal data logger dengan menggunakan SD card
  • Tersedia analaog ouput 4-20mA,Pulse, relay, dan communication RS485
  • Tersedia sensor dengan class IP68 ( water proof)

Ssesuai dengan perkembangan technology para engineer banyak juga yang menyarankan menggunakan flow meter yang cara instalasinya dengan sistem clamp on. Sistem instalasi clamp on hanya dimiliki oleh flow meter ultrasonic yang selama ini banyak diaplikasikan untuk jenis portable flow meter. Jenis ini biasanya  digunakan untuk melakukan pengecekan dan pengetesan performa sistem, peralatan pompa, menjaga stabilitas dari kwalitas produksi dan lainnya.

Open channel ultrasonic flow meter

Open channel flow meter digunakan pada aliran saluran terbuka menggambarkan kasus di mana cairan yang mengalir memiliki permukaan atas yang terbuka ke udara; penampang aliran hanya ditentukan oleh bentuk saluran di sisi bawah, dan bervariasi tergantung pada kedalaman cairan di saluran. Teknik yang sesuai untuk penampang aliran tetap dalam pipa tidak berguna dalam saluran terbuka. Mengukur aliran di saluran air merupakan aplikasi aliran saluran terbuka yang penting; instalasi semacam itu dikenal sebagai pengukur debit air.

Jain Open Channel Transit Time
Jain Open Channel Transit Time

Portable Ultrasonic Flow Meter

Portable Flow Meter untuk liquid merupakan flow meter yang digunakan untuk mengetahui besarnya aliran air atau debit air dalam pipa. Pengoprasian flow meter ini  mudah dan bisa dibawa ke mana-mana karena ringkas dan ringan.   Flow meter jenis portable mulai dikenal saat dikenalkanya penggunaan ultrasonic pada  flow meter dan dikenal dengan  portabel ultrasonic flow meter.

Flow meter portable mulai terkenal saat dikenalkanya flowmeter ultrasonic dimana cara penggunaan dan instalasinya cukup mudah , cepat dan ringan. Untuk instalasi ultrasonic sensor  menggunakan jenis clamp on dimana sensor atau sering disebut dengan transducer ultrasonic cukup diclamp pada permukaan luar pipa. Karena proses insatlasi tanpa memotong atau melubangi pipa maka biaya instalasi flow meter clamp on sangat murah dan cepat.

Flowmasonic WUF 620 J
Flowmasonic WUF 620 J Portable Flowmeter

Fungsi Portable Flow Meter

Cara instalasi flow meter portable untuk liquid menggunakan jenis instalasi clamp on, dimana transducer ultrasonic cukup diclamp pada permukaan pipa. Karena proses instalasinya tanpa memotong atau melubangi pipa maka instalasi dari flow meter portabel sangat murah dan cepat.

Portable Flow Meter ultrasonic bisanya di gunakan para engineer untuk :

  • Mengecek suatu system yang ingin mengetahui besaran atau flow rate dari suatu proses produksi.
  • Mengetahuiperformadarisistempendinginanmesin ( cooling system)
  • Membaca Besarnya energi dalam suatu cairan seperti pada HVAC atau chiller
  • Mengecek performa sistem lubrikasi
  • Mengecek performa dari pompa
  • Membaca kemampuan sistem pemadam kebakaran dengan membaca flow rate
  • Mengetes performa alat ukur flow meter sebagai konfirmasi kwalitas akurasi flow meter

Untuk jenis flow meter portable biasanya dilengkapi dengan data logger internal maupun external dan power biasanya menggunakan battery yang bisa di charge. Battery ini biasanya mampu bekerja pada waktu cukup lama diatas 5 jam. Flowmeter jenis portable ini bisa digunakan untuk mengukur semua jenis cairan yang homogen dimana jika terdapat particle solid tidak lebih dari 5%. Berikut ini keunggulan dari portable ultrasonic flow meter.

Flow meter Portable ultrasonic pada umumnya terdiri dari 3 bagian yaitu portable flow transmitter,transducer dan cable transducer ke transmitter. Sedangkan accesories yang harus tersedia adalah clamp, bracket, battery charger, meteran, coustic gel . Untuk memudahkan dibawah kemana mana sebaiknya dilengkapi dengan casing , tas atau kooper yang compact dan ringan

Flow meter Portable liquid harus bisa digunakan pada semua jenis material pipa seperti pipa carbon steel, stainless steel, pipa HDPE, Pipa PVC dan lainya. Flow meter portable harus bisa digunakan pada berbagai ukuran diameter pipa dari DN15 sd DN6000 tergantung pada uuran transducernya.

Spesifikasi Flow Meter Portable

Flow meter ultrasonic jenis portable untuk liquid memiliki spesifikasi sebagai berikut :

  • Linearity          : 0.5%
  • Repeatability: 0.2%
  • Accuracy: ±1% of reading at rates>0.2 mps
  • Response Time: 0-999 seconds, user-configurable
  • Velocity: ±32 m/s
  • Pipe Size: 20mm-6000mm
  • Rate Units: Meter, Feet, Cubic Meter, Liter, Cubic Feet, USA Gallon, Imperial Gallon, Oil Barrel, USA Liquid Barrel, Imperial Liquid Barrel, Million USA Gallons. User-configurable.
  • Totalizer: 7-digit totals for net, positive and negative flow respectively
  • Liquid Types: Virtually all liquids
  • Security: Setup values Modification Lockout. Access code needs unlocking
  • Display: 4×16 English letters
  • Communication Interface: RS-232C, baud-rate: from 75 to 57600. Protocol made by the manufacturer and compatible with that of the FUJI ultrasonic flow meter. User protocols can be made on inquiry.
  • Transducers: Model M1 for standard, other 3 models for optional
  • Transducer Cord Length: Standard 2×10 meters, optional 2x 500 meters
  • Power Supply: 3 AAA Ni-H built-in batteries. When fully recharged it will last over 10 hours of operation.100V-240VAC for the charger
  • Data Logger: Built-in data logger can store over 2000 lines of data
  • Manual Totalizer: 7-digit press-key-to-go totalizer for calibration
  • Housing Material: ABS
  • Case Size: 210x90x30mm
  • Handset Weight: 514g (1.2 lbs) with batteries

Cara Instalasi Flow Meter Clamp on Ultrasonoic

Dari sedikit bahasan diatas  flow meter clamp on ultrasonic di hadirkan bagi mereka yang selama ini memiliki kendala di lapangan seperti :

  • Tidak bisa dihentikanya proses produksi karena flow meter harus di kaliberasi ulang, di service atau di install baru.
  • Merasa keberatan terhadap mahalnya harga flow meter jenis inline untuk ukuran pipa yang besar.
  • Kesulitan mencari flow meter degan material tertentu seperti material yang harus tahan terhadap korosi atau abrasif seperti yang diaplikasikan pada cairan kimia
  • Kesulitan melakukan maintenace karena biaya maintenancenya terlalu mahal
  • dan lain lain sesuai dengan kesulitan di lapangan.

Langkah-langkah instalasi flow meter ultrasonic sangat simple dan mudah terutama untuk jenis clamp on installation. Jenis clamp on ini bisa diinstal pada berbagai jenis material dan ukuran dimeter pipa. Langkah penting dalam instalasi yang perlu diperhatikan adalah data-data pipa dan cairan.

Selain itu juga posisi titik dimana transducer clamp on ultrasonic di pasang harus di perhatikan terutama jarak up stream atau down steram. Lihat manual operasional dan ikuti standart yang ditetapkan oleh manufacture. Untuk instalasi di out door sebaiknya transducer ultrasonic dilindungi bracket guna menghindari perubahan posisi yang berakibat pada hasil pembacaan.

Sebelum melakukan instalasi sebaiknya dapatkan data-data dari diameter pipa, jenis material pipa, tebal pipa, jenis transducer dan lainnya. Masukan data tersebut sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.

Point penting dalam pemasangan flow meter flowmasonic WUF 500 adalah posisi penempatan transducer pada pipa dengan menghindari adanya kemungkinan udara pada aliran (turbulen). Maksud dari iniagar flow meter dapat membaca aliran dengan akurasi yang telah ditentukan.

Flow meter jenis clamp on ada yang diinstall secara permanen dan ada yang digunakan secara portable. Ini banyak digunakan untuk pengetesan aliran dalam pipa untuk menegtahi kapasitas aliran.  Clamp on ultrasonic flow meter bisa dipasang pada segala jenis material pipa maupun untuk berbagai ukuran diameter pipa. Ukuran diameter pipa yang bisa dipasang jenis flowmeter ini  dari ukuran terkecil 1/2″ hingga 200″.

Berikut adalah langkah – langkah pemasangan/Instalasi Flowmasonic WUF 500 :

  • Sebelum melakukan pemasangan flow meter, pastikan kelengkapan flow meter ultrasonic yang kita beli. Untuk transit time ultrasonic terdiri dari  3 komponan utama yaitu
    • 1 set Ultrasonic flow transmitter
    • 1 set transducer untuk single path
    • 1 set cable transducer
    • Accesorries :
      • 1 set clamp on bracket  ( disesuaikan dengan diameter pipa )
      • 1 set bracket transducer
      • 1 sachet ultrasonic gel compound
      • 1 panel box include komponen panel
      • manual operasional dan quck guide instalation rudi
  • Tentukan  lokasi pipa yang dipasang transducer, ikuti  persyaratan jarak upstream dan down stream dan pastikan aliran laminer.
    • Hindari posisi dimana not full fill pipe
    • Hindari pemasangan pada arah top to bottom
  • Sebelum melakukan pemasangan flow meter, pastikan kelengkapan flow meter ultrasonic yang kita beli. Untuk transit time ultrasonic terdiri dari 3 komponan utama yaitu 1 set transducer, cable dan 1 unit ultrasonic transmitter.  Sedangkan accesorie lain yang dibutuhkan saat instalasi adalah transducer bracket, clamp on dan ultrasonic gel.
  • Tentukan  lokasi pipa yang dipasang transducer, ikuti  persyaratan jarak upstream dan down stream dan pastikan aliran laminer.
  • Tentukan jenis instalasi transducer yaitu Type  Z ( berseberangan ), Type V ( sejajar ).
  • Ukur Diameter Luar dan tebal pipa setelah itu masukan parameter tersebut pada ultrasonic transmitter
  • Masukan jenis material pipa, jenis liner , jenis cairan dan tandai jarak trasnducer.
  • Siapkan pembersih permukaan pipa, seperti amplas dan bersihkan permukaannya yang dipasang transducer
  • Pemasangan transducer dilakukan dengan pengikatan clamp .
  • Lakukan setting pada unit pengukuran sesuai dengan yang kita inginkan yaitu satuan velocity, flow rate  dan satuan totalizer (volume). Satuan unit bisa kita pilih ke satuan liter, m3, galon, barrel dll serta satuan waktu seperti menit, jam, detik dan hari.
  • Selanjutnya adalah menyeting cut off dan damping yang di ikuti dengan mereset flow rate dan totalizer.
  • Flow meter juga dilengkapi dengan data logger bisa disetting sistem penyimpanan riwayat data perwaktu tertentu.
  • Bagi yang membutuhkan analog out put sebaiknya disetel juga ke 4-20 mA dan dilakukan pengecekan ampere atau volt nya.
  • Untuk mengetahui kwalitas dari aliran sebaiknya dilakukan pengecekan kekuatan signal . Jika signal kurang bagus hendkanya dilakukan pengecekan ulang paramete diameter, tebal, jenis pipa dan jenis cairan.
  • Setelah semua dicek setting dari satuan pembacaan, output analog bisa dilanjutkan dengan memasang trasnmitter pada panel dan cable conduite. Cable harus terjaga dari cuaca dan kerusakan lainnya serta memasang bracket transducer agar posisi transducer tidak mudah berubah.
  • Dan jangan lupa, semua langkah diatas dilakukan pada kondisi aliran dalam pipa harus berhenti tidak bolah ada aliran. Untuk mengetahui normal tidaknya signal sebaiknya dibaca manual operasional dimana standartnya disesuaikan dengan persyaratan dari manufacture.

Cara Megoprasikan Flowmeter ultrasonic portable

Portable ultrasonic flow meter merupakan flow meter yang banyak di gunakan untuk inspeksi baik oleh QC, Maintenance, Engineer guna mengetahui debit fluida / flow rate. Berikut ini langakah-langkah yang harus dilakukan dalam mempersiapkan, mengoprasikan dan mengguankan portable flow meters :

  1. Cek kelengkapan Unit pada ultrasonic portable flow meter dan pastikan adanya :
    • Main unit Transmitter
    • 1 Set Transducer ( 2 ea)
    • 1 set Transducer cable ( 2 ea )
    • Clamp
    • Gel, Coupling compound
    • Alat ukur panjang, diameters ( penggaris, meteran atau lainnya )
    • Charger
    • SD card
  1. Tentukan posisi pengukuran pada pipa :
    • Arah aliran usahakan vertikal ( buttom to top ) atau
    • Horizontal
    • Jarak Down stream dan up stream ( lihat mannual operational)
  2. Cara Pemasangan Flow Meter di Pipa
    • Ukur dimensi pipa
    • Diameter atau keliling
    • Ketebalan pipa
    • Ketebalan Linner ( jika menngunakan linner )
    • Cek menu M 10 sampai M 13
  3. Tentukan Jenis Material pipa(Carbon steel,SUS,PVC atau laiannya)
  4. Cek menu M 14 sampai M 18
  5. Tentukan jenis Fluida (Water, Sea Water, Fuel, Oil)
  6. Cek menu M 20 sampai 22
  7. Dari ukuran Pipa yang diketahui pilih jenis transducer dari segi size maupun working temperaturnya
  8. Masukan parameter yang telah didapatkan diatas kemudian lihat jarak transducer yang tercantum dalam menu jarak transducer dan jangan lupa masukan jenis pemasangan Transducer ( V, Z, N or W)
  9. Pemasangan transducer
    • Beri tanda tempat pemasangan transducer berdasarkan jarak transducer yang didapat pada transmitter
    • Bersihkan permukaan pipa dari kotoran, debu, cat, karat
    • Bersihkan permukaan sensor dan beri gel secukupnya dan merata
    • Pasang Transducer di permukaan pipa yang telah di tentukan
    • Clamp Transducer agar tidak berubah posisinya

Langkah Berikutnya

  • Cek sekali lagi apakah parameter-parameter seperti diameter pipa, tebal pipa, jenis pipa, jenis flluid, jenis transducer dan type pemasangan transducer untuk memastikan kebenarna parameter tersebut.
  • Pastikan lagi units pengukurannya baik units waktu bisa dipilih detik, menit, jam atau day. Untuk Volume bisa digunakan liters, M3, gallon atau lainnya sesuai dengan keinginan masing-masing.
  • Cek nilai tom/tos apakah memenuhi syarat yang ditentukan oleh manufacture atau tidak 97 – 103
  • Hidupkan pompa atau buka valve dan tunggu beberapa saat hingga fluida didalam pipa mengalir normal
  • Cek Q dari aliran jika Q telah memenuhi syarat yang di tentukan dimana semakin tinggi Q dan semakin stabil maka akurasinya makin baik.
  • Selanjutnya silahkan lihat di menu yang menunjukan flow rate dan totalizer
  • Untuk Aplikasi yang ingin disimpan di sd card silahkan cari menu dan lakukan penyimpanan
  • Untuk lamanya pengecekan silahkan masukkan menu waktu dan sebagainya
  • Selanjutnya silahkan gunakan menu2 lainnya sesuai dengan tujuan anda menggunakan portable flow meter ini
    Flowmasonic WUF 620 JFlowmasonic WUF 620 J Ultrasonic Portable Flowmeter

Kesalahan umum dan perawatan Flowmeter Ultrasonic

  • Nilai tampilan laju aliran berubah drastis.
    • Sensor dipasang pada posisi di mana pipa bergetar atau dipasang di hilir regulator, pompa, reducer..
    • Pasang sensor jauh dari getaran atau pindahkan ke hulu perangkat yang mengubah rezim aliran.
  • Sensor bagus, tetapi laju aliran rendah atau tidak ada laju aliran.
    • Cat dan karat pada pipa belum dibersihkan.
    • Permukaan pipa tidak rata atau sensor aliran dipasang pada sambungan las.
    • Ultrasonic gel antara sensor dan pipa tidak baik, permukaan kopling retak atau menggelembung.
    • Sensor dipasang pada pipa casing, yang melemahkan sinyal ultrasonik.
  • Pembacaan yang salah
    • Sensor dipasang di bagian atas dan bawah pipa horizontal, dan sedimen mengganggu sinyal ultrasonik.
    • Sensor dipasang pada bagian pipa dimana air mengalir ke bawah dan pipa tidak terisi penuh cairan.
  • Pengukur aliran berfungsi dengan baik, dan tiba-tiba berhenti mengukur laju aliran.
    • Media yang diukur berubah.
    • Media yang diukur diuapkan karena suhu tinggi.
    • Suhu media yang diukur melebihi batas atas sensor.
    • Agen kopling di bawah sensor berumur atau hilang.
    • Pengukur melebihi nilai filternya sendiri karena gangguan frekuensi tinggi.
    • Kehilangan data di flow transmitter
    • Komputer transducer atau flow transmitter rusak dan harus diganti.

 

Read Another Article :

Share
%d bloggers like this: