Instalasi Flow Meter Air Limbah

Air Limbah

Pada umumnya jenis flow meter air limbah yang digunakan harus mempunyai karakteristik tidak adai komponen sensor yang bersentuhan langsung dengan media bergerak atau berputar. Komponen sensor berputar akan menyebakan sensor akan berhenti atau dalam jangka lama karaena abersif dan gesekan menyebabkan adanya parts sensor yang aus.

Pembuangan air linbah memiliki jenis saluran tertutup berupa jaringan pipa dan ada juga menggunakan jaringan terbuka seperti pada parit, gorong gorong dan sungai. Karena itu jenis dan model flow meter air limbah yang digunakan juga berbeda. Jenis jaringan saluran terbuka tersebut biasanya menggunakan jenis flow meter open channel.

Sebaiknya Jenis Flow Meter air limbah yang di pakai tidak mempunyai karakteristik menimbulkan pressure drop dan tidak ada komponen sensor flow meter yang bergerak atau menjadi penghalang aliran, pemilihan jenis material dapat digunakan pada cairan yang korosif dan abrasive, tidak terpengaruh pada cairan yang mempunyai kandungan solid atau kotoran. tersedia untuk jenis instalasi inline dan insertion serta mempunyai ukuran dari diameter kecil dari DN8 hingga DN6000

Jenis Flow Meter Air Limbah

Pemilihan jenis flow meter air limbah yang salah bisa berakibat pada akurasi tidak sesuai dengan yang diinginkan, biaya maintenance yang sangat tinggi, life time flowmeter tidak sesuai dengan yang diharapkan, Akurasi bisa meleset jauh dari yang di standartkan. biaya investasi sangat tinggi ( biaya instalasi).

Ada 3 jenis flow meter air limbah yang cocok digunakan untuk berbagaijenis limbah cair :

  1. Electromagnetic Flow Meter
  2. Ultrasonic Flow Meter
  3. Open Channel Flow Meter

Electromagnetic Flow Meter

Electroagnetic flow meter mempunyai acurasi cukup baik yaitu 0.5% dengan size pipa dari DN10 hingga DN 1800. Namun demikian untuk ukuran besar atau kapasitas aliran yang besar sebaiknya menggunakan yang tipe insertion. Untuk koneksinya bisa menggunakan PN, ANSI dan JIS begitu juga class bisa hingga class ANSI900.

Flowmeter Electromagnetiic merupakan jenis flow meter yang cara kerjanya menggunakan hukum faraday , sehingga hanya bisa dipakai pada cairan yang mempunyai konduktifitas diatas 20 micro siemens.Flow meter electromagnetic mempunyai sensor electrode yang biasa menghasilkan signal aliran yang dikirim ke transmitter dan diproses untuk mengetahui kecepatan aliran,

Flowmeter electromagnetic tidak memiliki komponen sensor yang bergerak ataupun berputar, dengan menempatkan 1 pasang sensor di permukaan dalam tabung. Sehingga ketika air limbah mengandung solid ataupun kotoran tidak akam mempunyai pengaruh apapun pada kinerja dari flow meter.

Electromagnetic flow meter untuk aliran yang besar atau dimeter dengan size besar diatas 12″ sebaiknya menggunakan jenis insertion magnetic flow meter karena jenis ini cukup ekonomis namun akurasinya agak besar bisa dikisaran 1%.. Secara perhitungan harga flow meter magnetic insertion jika digunakan pada diameter pipa yang besar size diatas 12 inchi :

  • Harga lebih murah jika dibanding dengan In line magnetic flow sensor
  • Biaya Transportasi ke site lebih murah karena lebih ringan dibanding dengan in line magnetic flow meter
  • Biaya installasinya lebih murah karena cukup dengan di las fitting welded dimana fitting welded lebih murah harganya dibanding dengan flange untuk ukuran besar
  • Instalasinya lebih cepat sehingga break down equipmentnya lebih kecil
  • Jika ada break down/maintenace/kerusakan maka aliran tidak perlu di stop terlalu lama khususnya untuk insertion magnetic flow meter yang dilengkapi dengan valve

Pemasangan Magnetic Flow Meter untuk pembuangan aliran air limbah di PLTU sulawesi tenggara. Jenis Flow Meter air limbah yang di install adalah electromagnetic yang di pasang pada pipa pvc.

Alia Electromagnetic Flow Meter
Alia Electromagnetic Flow Meter

Installasi flow meter electromagnetic yang di conect ke pipa PVC harus dilakukan dengan hati hati dan cermat kususnya jika aliran air limbah yang mengalir dalam pipa pvc tidak menggunakan tekanan pompa tapi dialirkan karena adanya perbedaan ketinggian atau gravitasi.

 Instalasi flowmeter elektromagnetic

Pada saat melakukan pemasangan Flow meter electromagnetic ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Dimana Prosedur instalasi flow meter ini harus memperhatikan persyaratan dan langkah-langkah installasi agar supaya tujuan dari pemasangan flow meter electromagnetic ini dapat tercepai. Yang perlu diperhatikan adalah lokasi pemasangan flow meter karena untuk lokasi indor dan instalasi pada lokasi out door perlu penyesuaian.

Untuk memasang flow meter electromagnetic paling penting adalah tentukan lokasi dimana pipa tersebut berisi penuh cairan. Seperti posis pipa vertikal dengan aliran dari bawah keatas atau di posisi pipa horizontal dengan memilih kondisi titik terendah di seluruh jaringan pipa.

Dalam Menetukan titik pemasangan flow meter electromagnetic hindari lokasi yang memungkinkan terjadi jebakan udara atau cairan dalam pipa tidak terisi penuh cairan. Posisi titik pengukuran harus dipilih pada posisi yang lebih besar dari  10D di upstream dan 5D Down stream. Titik pemasangan flowmeter harus dipilih sejauh mungkin dari pompa, valve, dan peralatan lainnya. Hindari gangguan pada pengukuran. Titik pengukuran harus dipilih sejauh mungkin dari  sumber interferensi medan magnet yang kuat.

digram pemasangan WMP ultrsonic flow meter
Instalasi Flowmeter electromagnetic

Begitu juga posisi pemasangan flow meter electromagnetic terhadap ketinggian, dimana jika flow meter electromagnetic dipasang pada pipa dengan ketinggian 3 meter atau lebih tentunya berbeda dengan flow meter electromagnetic yang dipasang pada posisi dibawah tanah atau di selokan.

Untuk harga flowmeter magnetic biasanya di tentukan oleh kondisi instalasi untuk ukuran pipa yang besar sebaiknya menggunakan jenis insertion magnetic flow meter karena harga flow meter jenis ini akan jauh lebih murah jika dibandingkan dengan jenis in line magnetic flow meter. Begitu juga biaya instalasinya

 

Flow Meter Ultrasonic jenis clamp on

Flow Meter Air Limbah Ultrasonic merupakan tipe flow meter yang cara kerjanya mengukur kecepatan aliran fluida dengan menggunakan ultrasound, sehingga dengan perhitungan volume yang mengalir bisa terbaca di transmitter ultrasonic.

Dengan menggunakan sensor ultrasonik atau sering disebut transducer ultrasonic flowmeter dapat mengukur kecepatan rata dari aliran fluida dalam pipa dengan cara mengukur rata rata perbedaan waktu antara waktu pengiriman signal dan penerimaan signal dengan arah aliran.

Flowma flowmasonic WUF 620 Clamp On Ultrasonic Flow Meter
Flowma flowmasonic WUF 620 Clamp On Ultrasonic Flow Meter

Clamp on ultrasonic flowmeter ini cara instalasi dan cara kerjanya hampir sama dengan portable ultrasonic flow meter. Yang membedakan adalah flow meter ini menggunkan power yang fix dan flow meter ini biasanya digunakan untuk operasional yang lama dan digunakan untuk membaca dan dapat juga menyimpan hasil pembacaan flow dalam pipa.

Sebagaimana umumnya flow meter clamp on ultrasonic mempunyai output analag 4-20 mA, alarm, relay, pulse maupun communication RS232 atau RS485. Sedangkan untuk jenis flow transmitter atau ultrasonic flow computer ada yang berjenis wall mount, pannel mount maupun pipe mount. Sedangkan untuk power suplai juga ada yang menggunakan AC 220 VAc maupun 24 Vdc.

Kelebihan dan Kekurangan Ultrasonic Clamp On

Berikut merupakan kelebihan dan kekurangan dari clamp on Ultrasonic Flow Meter :

Kelebihan

  • Itu tidak menghalangi jalur aliran cairan.
  • O/p meter ini berbeda untuk densitas, viskositas & suhu cairan.
  • Aliran cairan adalah dua arah
  • Respon dinamis dari meteran ini baik.
  • Output dari meteran ini dalam bentuk analog
  • Konservasi energi
  • Sangat cocok untuk pengukuran aliran kualitas besar
  • Sangat berguna untuk menyesuaikan dan memelihara
  • Fleksibilitas itu bagus
  • Tidak ada kontak dengan cairan
  • Tidak ada risiko kebocoran
  • Tidak ada bagian yang bergerak, kehilangan tekanan
  • Akurasi lumayan bagus sekita 1%
  • Investasi cukup mira untuk dimater pipa besar diatas 6″
  • Biaya Operasional, maintenance dan instalasi cukup murah

Kekurangan

  • Lumayan Mahal dibandingkan dengan flow meter mekanis lainnya untuk diameter Pipa kecil
  • Desain yang terlalu rumit
  • Bagian sensor dari meteran ini mahal.
  • Meter ini rumit dibandingkan dengan meter lainnya, sehingga memerlukan spesialis untuk memelihara dan memperbaiki meteran ini
  • Tidak bisa mengukur pipa semen atau beton yang berkarat.
  • Tidak berfungsi setelah pipa berisi lubang atau gelembung di dalamnya
  • Tidak dapat mengukur pipa semen / beton atau pipa dengan lapisan material seperti itu

Langkah-langkah Instalsi transducer clamp on ultrasonic

Untuk instalasi flow meter clamp on cukup simple dan cepat karena hanya menempelkan sensor ultrasonic di permukaan pipa. Namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum instalasi dari pengecekan peralatan, komponen utama dan asesoris yang dibutuhkan termasuk power yang tersedia.

Berikut adalah langkah – langkah pemasangan/Instalasi Flow meter ultrasonic clamp on

  • Sebelum melakukan pemasangan flow meter, pastikan kelengkapan flow meter ultrasonic yang kita beli. Untuk transit time ultrasonic terdiri dari  3 komponan utama yaitu
    • 1 set Ultrasonic flow transmitter
    • 1 set transducer untuk single path
    • 1 set cable transducer
    • Accesorries :
      • 1 set clamp on bracket  ( disesuaikan dengan diameter pipa )
      • 1 set bracket transducer
      • 1 sachet ultrasonic gel compound
      • 1 panel box include komponen panel
      • manual operasional dan quck guide instalation rudi
  • Tentukan  lokasi pipa yang dipasang transducer, ikuti  persyaratan jarak upstream dan down stream dan pastikan aliran laminer.
    • Hindari posisi dimana not full fill pipe
    • Hindari pemasangan pada arah top to bottom
  • Sebelum melakukan pemasangan flow meter, pastikan kelengkapan flow meter ultrasonic yang kita beli. Untuk transit time ultrasonic terdiri dari 3 komponan utama yaitu 1 set transducer, cable dan 1 unit ultrasonic transmitter.  Sedangkan accesorie lain yang dibutuhkan saat instalasi adalah transducer bracket, clamp on dan ultrasonic gel.
  • Tentukan  lokasi pipa yang dipasang transducer, ikuti  persyaratan jarak upstream dan down stream dan pastikan aliran laminer.
  • Tentukan jenis instalasi transducer yaitu Type  Z ( berseberangan ), Type V ( sejajar ).
  • Ukur Diameter Luar dan tebal pipa setelah itu masukan parameter tersebut pada ultrasonic transmitter
  • Masukan jenis material pipa, jenis liner , jenis cairan dan tandai jarak trasnducer.
  • Siapkan pembersih permukaan pipa, seperti amplas dan bersihkan permukaannya yang dipasang transducer
  • Pemasangan transducer dilakukan dengan pengikatan clamp .
  • Lakukan setting pada unit pengukuran sesuai dengan yang kita inginkan yaitu satuan velocity, flow rate  dan satuan totalizer (volume). Satuan unit bisa kita pilih ke satuan liter, m3, galon, barrel dll serta satuan waktu seperti menit, jam, detik dan hari.
  • Selanjutnya adalah menyeting cut off dan damping yang di ikuti dengan mereset flow rate dan totalizer.
  • Flow meter juga dilengkapi dengan data logger bisa disetting sistem penyimpanan riwayat data perwaktu tertentu.
  • Bagi yang membutuhkan analog out put sebaiknya disetel juga ke 4-20 mA dan dilakukan pengecekan ampere atau volt nya.
  • Untuk mengetahui kwalitas dari aliran sebaiknya dilakukan pengecekan kekuatan signal . Jika signal kurang bagus hendkanya dilakukan pengecekan ulang paramete diameter, tebal, jenis pipa dan jenis cairan.
  • Setelah semua dicek setting dari satuan pembacaan, output analog bisa dilanjutkan dengan memasang trasnmitter pada panel dan cable conduite. Cable harus terjaga dari cuaca dan kerusakan lainnya serta memasang bracket transducer agar posisi transducer tidak mudah berubah.
  • Dan jangan lupa, semua langkah diatas dilakukan pada kondisi aliran dalam pipa harus berhenti tidak bolah ada aliran. Untuk mengetahui normal tidaknya signal sebaiknya dibaca manual operasional dimana standartnya disesuaikan dengan persyaratan dari manufacture.

Sebagai catatanyang harus diperhatikan adalah Prlindungan transmitter ultrasonic dan tracker terhadap cuaca serta kondisi lain i harus di perhatikan dengan meletakan ultrasonic transmitter dalam panel box serta proteksi transducer dengan bracket yang memadai ketika pipa berada di luar ruangan.

Flow Meter Air Limbah Open Channel

Open channel flow meter adalah flow meter yang dapat diaplikasikan untuk mengukur aliran pada sistem saluran terbuka seperti pada kanal, sungai atau parit. Pada dasarnya flow meter open channel ini menghitung kecepatan aliran dengan mempertimbangkan ketinggian permukaan. Untuk pengukuran kecepatan aliran bisa menggunakan transittime flow meter atau Magnetic flow meter. Sedangkan untuk ketinggian permukaan aliran menggunakan ultrasonic level sensor.

Flow meter untuk pipa tidak penuh
Flow Meter Ultrasonic pada Pipa Sewer

Baca Juga Artikel :

Contact us : sales@wmablog.com or visit to our E-Commerce

Share
%d bloggers like this: