Flow meter Clamp On Ultrasonic

Flow meter clamp on ultrasonic adalah jenis flowmeter yang cara instalasinya tanpa harus memotong atau melubangi pipa.  Namun sensor ultrasonic atau transducer cukup ditempel dipermukaan luar pipa dan di clamp. Sehingga pada saat installasi aliran dalam pipa tidak harus berhenti atau pompa tidak perlu mati atau valve tidak perlu ditutup.

 

Dengan melakukan pemotongan pipa atau melubangi pipa, akan menghambat proses produksi karena aliran air harus di matikan. Selain biaya untuk memotong atau melubangi pipa yang dilanjutkan dengan pengelasan,  berupa flange atau fitting mahal dan butuh waktu lama. Bayangkan jika kita harus memasang flow meter air pada pipa diameter diatas DN250, harga flange, gasket, biaya potong dan welding pasti mahal.

Flowmasonic WUF 620 J
Flowmasonic WUF 620 J Ultrasonic Portable Flowmeter

Karena itu banyak engineer menyarankan menggunakan jenis insertion magnetic flow meter atau jenis flow meter ultrasonic clamp on. Dua jenis flow meter ini cenderung lebih ekonomis jika dibandingkan dengan jenis flow meter in line.

Cara instalasi insertion flow meter cukup dengan melubangi pipa dan memasang fitting  untuk dudukan flow sensor (insert). Selanjutnya Flow sensor dimasukan kedalam pipa guna mendeteksi kecepatan aliran air dalam pipa yang dihubungkan dengan converter atau flow transmitter.

Flowma Flowmasonic WUF 620 CF
Flowma Flowmasonic WUF 620 CF

 

Ssesuai dengan perkembangan technology para engineer banyak juga yang menyarankan menggunakan flow meter yang cara instalasinya dengan sistem clamp on. Sistem instalasi clamp on hanya dimiliki oleh flow meter ultrasonic yang selama ini banyak diaplikasikan untuk jenis portable flow meter. Jenis ini biasanya  digunakan untuk melakukan pengecekan dan pengetesan performa sistem, peralatan pompa, menjaga stabilitas dari kwalitas produksi dan lainnya.

Prinsip kerja Flowmeter clamp on ultrasonic

Pengukuran flow rate dengan menggunakan ultrasonic flow meter melibatkan beberapa bagian peralatan sesuai dengan fungsi dan tujuannya. Komponen tersebut berupa alat pengirim (transmitter) dan penerima (receiver) untuk frekuensi akustik. Pada elemen pengirim, transducer berfungsi mengubah tegangan listrik frekuensi tinggi menjadi getaran kristal (akustik).  Sedangakan pada elemen penerima, transducer mengubah getaran kristal (akustik) menjadi sinyal listrik.

Jenis fowmeter clamp on ultrasonic biasanya terdiri dari sensor ultrasonic atau transducer dan flow computer atau ultrasonic transmitter. Fungsi d transducer ultrasonic adalah sebagai sensor guna mendetekasi kecepatan aliran air dalam pipa yang diteruskan ke ultrasonic flow transmitter.

Data selanjutnya diolah dengan kalkulasi perhitungan jarak terhadap selisih waktu dari pancaran gelombang suara ultrasonic sehingga di dapat velocity dari ciran dalam pipa.

Dengan diperolehnya flow velocity yang di kalkulasi dengan luasan penampang pipa maka didapat flow rate dengan satuan unit volume per waktu. Rumusan sederhana dari cara kerja ultrasonic dlam mendeteksi aliran bisa dilihat dibawah ini.

Flow meter clamp on ultrasonic  untuk jenis transit time biasanya menggunakan transducer dengan satuan pasang ( pair) tergantung akurasi yang diinginkan. Untuk jenis tertentu ada yang mempunyai jumlah transduer hingga 4 pair atau lebih, Hal ini biasanya digunakan untuk mendapatkan jumlah lintasan yang banyak, sehingga diperoleh lebih banyak informasi mengenai distribusi kecepatan aliran fluida pada pipa (flow profile) dengan tujuan meningkatkan akurasi ultrasonic flow meter.

Keunggulan flow meter clamp on ultrasonic

Sejak dikenalkanya flow meter clamp on ultrasonic jenis portable dan dilanjutkan dengan jenis fix clamp on flow meter, di dunia industri mendapatkan sambutan yang begitu baik. Hanya saja kendalanya adalah karena harganya yang mahal dan technologynya di anggap terlalu canggih.

Namun sesuai perkembangan waktu, munculnya negara china serta eropa timur sebagai basis produksi  maka harga flow meter ultarasonic bisa terjangkau. Harga dari flow meter ultrasonic ini bisa bersaing dengan jenis flow meter lainya dengan aplikasi yang sama.

Banyak para engineer akhirnya mengetahui bahwa keunggulan jenis flowmeter clamp on ultrasonic ini dapat membawa efek cost down. Cost down ini dikarena harga dianggap murah jika dipasang di pipa besar. Belum lagi efek dari free maintenance, mengurangi down equipment  karena mesin nggak perlu berhenti saat ada masalah dengan flow meter.

Dari sedikit bahasan diatas  flow meter clamp on ultrasonic di hadirkan bagi mereka yang selama ini memiliki kendala di lapangan seperti :

  • Tidak bisa dihentikanya proses produksi karena flow meter harus di kaliberasi ulang, di service atau di install baru.
  • Merasa keberatan terhadap mahalnya harga flow meter jenis inline untuk ukuran pipa yang besar.
  • Kesulitan mencari flow meter degan material tertentu seperti material yang harus tahan terhadap korosi atau abrasif seperti yang diaplikasikan pada cairan kimia
  • Kesulitan melakukan maintenace karena biaya maintenancenya terlalu mahal
  • dan lain lain sesuai dengan kesulitan di lapangan.

Keuntungan penggunaan  Flowmeter Clamp on ultrasonic :

  •  Tidak ada penghalang di lintasan aliran, sehingga tidak ada pressure drop.
  • Tidak ada part bergerak (moving parts), sehingga tidak ada bagian parts yang aus yang menyebabkan maintenance cost rendah.
  • Model multi sensor mempunyai ketelitian lebih tinggi
  • Dapat digunakan untuk mengukur flow fluida yang korosif dan slurry.
  • Tersedia bbebrapa jenis sensor yang dapat mengukur dimeter pipa dari size DN15 – DN6000
  • Jika diaplikasikan pada ukuran pipa yang besar diatas 4 inchi akan lebih ekonomis dibandingkan dengan jenis flowmeter lainnya.
  •  Biaya instalasi sangat murah apalagi jika di instal pada pipa besar
  • Tidak perlu menghentikan proses aliran dalam pipa atau tidak perlu mematikan pompa
  • Dioperasikan pada semua jenis material pipa ( carbon steel, PVC, HDPE, SUS , dll ) dan semua jenis cairan homogen
  • Bisa di operasikan pada air limbah dan air kotor dengan maksimal solid partikel 12%
  • Dapat dipasang pada pada aliran dengan low flow velocity hingga 0.03 m/s
  • Mempunyai akurasi lumayan baik 1% – 2%
  • Pada additional tersedia eksternal data logger dengan menggunakan SD card
  • Tersedia analaog ouput 4-20mA,Pulse, relay, dan communication RS485
  • Tersedia sensor dengan class IP68 ( water proof)

Cara instalasi Flow meter clamp on ultrasonic

Cara instalasi flow meter ultrasonic jenis clamp on tidak terlalu sulit, simple dan tidak butuh waktu lama, Jika instalasi mengikuti instruksi yang ada dan dilakukan dengan cermat maka bisa dilakukan oleh siapapun. Namun ada beberapa parameter yang harus di tentukan dulu sebelum melakukan instalasi.

Selain itu, posisi titik dimana transducer clamp on ultrasonic dipasang harus diperhatikan terutama jarak up stream atau down stream. Lihat manual operasional flow meter ultrasonic dan ikuti standart yang ditetapkan oleh manufacture. Untuk instalasi di out door sebaiknya transducer ultrasonic dilindungi bracket guna menghindari perubahan posisi yang berakibat pada hasil pembacaan.

Sebelum melakukan instalasi, sebaiknya ambil data diameter, jenis material, dan tebal pipa, jenis transducer serta lainnya. Masukan data tersebut sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. Kemampuan pembacaan flow meter ultrasonic tergantung kekaurasian pemasukan data yang di butuhkan.

 

 

Berikut adalah langkah – langkah pemasangan/Instalasi Flow meter ultrasonic clamp on

  • Sebelum melakukan pemasangan flow meter, pastikan kelengkapan flow meter ultrasonic yang kita beli. Untuk transit time ultrasonic terdiri dari  3 komponan utama yaitu
    • 1 set Ultrasonic flow transmitter
    • 1 set transducer untuk single path
    • 1 set cable transducer
    • Accesorries :
      • 1 set clamp on bracket  ( disesuaikan dengan diameter pipa )
      • 1 set bracket transducer
      • 1 sachet ultrasonic gel compound
      • 1 panel box include komponen panel
      • manual operasional dan quck guide instalation rudi
  • Tentukan  lokasi pipa yang dipasang transducer, ikuti  persyaratan jarak upstream dan down stream dan pastikan aliran laminer.
    • Hindari posisi dimana not full fill pipe
    • Hindari pemasangan pada arah top to bottom
  • Sebelum melakukan pemasangan flow meter, pastikan kelengkapan flow meter ultrasonic yang kita beli. Untuk transit time ultrasonic terdiri dari 3 komponan utama yaitu 1 set transducer, cable dan 1 unit ultrasonic transmitter.  Sedangkan accesorie lain yang dibutuhkan saat instalasi adalah transducer bracket, clamp on dan ultrasonic gel.
  • Tentukan  lokasi pipa yang dipasang transducer, ikuti  persyaratan jarak upstream dan down stream dan pastikan aliran laminer.
  • Tentukan jenis instalasi transducer yaitu Type  Z ( berseberangan ), Type V ( sejajar ).
  • Ukur Diameter Luar dan tebal pipa setelah itu masukan parameter tersebut pada ultrasonic transmitter
  • Masukan jenis material pipa, jenis liner , jenis cairan dan tandai jarak trasnducer.
  • Siapkan pembersih permukaan pipa, seperti amplas dan bersihkan permukaannya yang dipasang transducer
  • Pemasangan transducer dilakukan dengan pengikatan clamp .
  • Lakukan setting pada unit pengukuran sesuai dengan yang kita inginkan yaitu satuan velocity, flow rate  dan satuan totalizer (volume). Satuan unit bisa kita pilih ke satuan liter, m3, galon, barrel dll serta satuan waktu seperti menit, jam, detik dan hari.
  • Selanjutnya adalah menyeting cut off dan damping yang di ikuti dengan mereset flow rate dan totalizer.
  • Flow meter juga dilengkapi dengan data logger bisa disetting sistem penyimpanan riwayat data perwaktu tertentu.
  • Bagi yang membutuhkan analog out put sebaiknya disetel juga ke 4-20 mA dan dilakukan pengecekan ampere atau volt nya.
  • Untuk mengetahui kwalitas dari aliran sebaiknya dilakukan pengecekan kekuatan signal . Jika signal kurang bagus hendkanya dilakukan pengecekan ulang paramete diameter, tebal, jenis pipa dan jenis cairan.
  • Setelah semua dicek setting dari satuan pembacaan, output analog bisa dilanjutkan dengan memasang trasnmitter pada panel dan cable conduite. Cable harus terjaga dari cuaca dan kerusakan lainnya serta memasang bracket transducer agar posisi transducer tidak mudah berubah.
  • Dan jangan lupa, semua langkah diatas dilakukan pada kondisi aliran dalam pipa harus berhenti tidak bolah ada aliran. Untuk mengetahui normal tidaknya signal sebaiknya dibaca manual operasional dimana standartnya disesuaikan dengan persyaratan dari manufacture.

Baca Juga

 

Share