Mengelola Peluang

Mengelola Peluang, kurang sadarnya kita akan potensi yang kita miliki,Belum mampunya kita mengolah potensi yang telah dapatkan selama ini, sulitnya  menemukan celah waktu yang terlalu padat karena jam 7 pagi – 8 malam harus sibuk berkarier. Bingungnya kita bagaimana memulai langkah perubahan agar lebih baik?

Kemampuan Menangkap dan Mengelola Peluang

Kurang beraninya kita menghadapi tantangan baru untuk berjalan di zona resiko. Kurang cerdasnya kita mensyukuri nikmat Tuhan,  dengan mengelola rezeki lebih baik agar mendapat nikmat yang lebih berlimpah. Hal ini lah yang terjadi kepada kita selama ini sehingga sadar atau pun tidak selalu mencari untaian kalimat pembenaran akan ketidakmampuan kita.

Pemikiran kerdillah membuat kita selalu mengedepankan dan mengutarkan hambatan yg terbentang, tanpa berusaha menyingkirkannya, dan terlalu sibuknya kita  disetiap kesempatan dan di setiap lingkungan menceritakan kelebihan – kelebihan serta di bumbui rangkaian hambatan2 yang selalu membentang. Namun kita lupa pada hukum alam, bahwa :

  • Disetiap ada kelebihan disana akan nongol kekurangan
  • Disetiap hambatan disana akan bertunas kesempatan

Sudahkah kita mencoba berbuat sekuat tenaga untuk menghilangkan hambatan yang sedang membentang? Berfikir cerdas dan bertindak cepat agar bisa menangkap kesempatan yang berada didepan mata kita untuk Selalu mengolah potensi dan kelebihan yang kita miliki agar semua hambatan bisa disingkirkan dan kesempatan yang kita tangkap bisa menghsilkan manfaat agar semua kekurangan kita bisa diterbelakangkan dan terkubur dalam dalam.

Siapa mereka yang mampu berbuat seperti itu?

Dalam kamus hukum alam tidak ada satupun atau kekuatanpun yang mencegah kita untuk berbuat dan berubah lebih baik, pada hakekatnya kita mempunyai kebebasan untuk mengolah dan menjalankan kehidupan serta masa depan kita dan keluarga.

Namun saya menemui beberapa orang ( mungkin banyak juga  seperti yg saya temui)  kebingungan karena modal dari pembeli. Ini makin membuat saya percaya bahwa uang bukan satu-satunya ataupun variabel utama dalam kemampuan kita ketika berwirausaha.

Bahkan berapa tahun yang lalu saya sempat mengetahui beberapa orang juga kebingungungan ingin berwirausaha tapi harus berkutat pada waktu kerja yang harus berangkat jam 7 pagi dan harus pulang jam 8 malam.

Sehingga saya yakin masih banyak orang punya uang ratusan juta ingin berwirausaha tapi tidak tahu diapakan uang tersebut harus bagaimana memulai wirausaha dan jenis wirausaha apa yang cocok baginya? mari kita diskusi variabel apa aja yang harus di siapkan jika kita ingin berwirausaha, bagaimana cara mempersiapkannya, dan bagaimana cara memulainya.

bagaimana cara mengembangkannya dan yang paling utama adalah Jenis usaha apa yg cocok untuk diri kita dengan modal, pengalaman, jaringan dan kebiasaan kita sehari ingat usaha yang cocok dihati, cocok di modal, cocok di waktu, cocok di pengalaman kita, cocok di property kita dan cocok – cocok- cocok yang lainya, pokoknya pas buat kita saat ini untuk masa depan kita dan keluarga.

Mengelola Peluang Read More Articles :

Bisnis Sampingan / Mau dibawa kemana bisnis anda?

Bisnis Sampingan

Bisnis sampingan merupakan sebuah aktivitas yang dijalani oleh sebagian orang yang merasa masih harus menghasilkan sebuah penghasilan, namun jangan anda coba untuk berwirausaha jika wirausaha dianggap hanya sampingan, usaha dianggap sebagai aktifitas iseng, usaha dijadikan penghasilan tambahan….karena nggak bakalan ada hasilnya….entar njalaninya juga di sampingkan…..nangani persoalan yg muncul juga dikesampingkan….nanganin customer juga dikesampingkan …… konskwensi yang anda dapat adalah…..

Anda akan dikesampingkan oleh usaha anda…….. Usaha anda akan menganggap anda adalah Sampingannya……

coba anda amati kejadian perjalanan hidup ketika membentuk keluarga..

ketika anda nikah dan cinta mati 100%pada suami/istri , dan kemudian anda punya anak 1 maka anda harus bisa mengatakan cinta suami 100% sekaligus cinta anak 100% dan…..

ketika anda dikaruniai lagi 1 anak maka saya yakin anda kan mengatakan cinta anak pertama 100%, cinta suami juga 100% bgitu juga cinta anak kedua pasti 100%…. apakah begitu???

Mengapa cinta anda yang semula 100% bisa menjadi 300%……

dan apakah anda harus melepas cinta anda pada istri/ suami anda untuk merawat dan mencintai anak pertama…? atau mengurangi cinta anda pada anak pertama dan suami ketika punya anak kedua….? berapa persenkah cinta suami anda kurangi…..

Alangkah baiknya jika anda berfikir, dan menggali terus untuk mengimplementasikan bisnis sampingan hal berikut ini :

yang perlu kita lakukan adalah kita harus membangun mental kita dan keluarga ( suami dan anak), mempersiapkan semuanya dan lakukan semua aktifitas dengan selaras berkarier dan berwirausaha dengan dimulai belajar berwirausaha….. nggakk perlu meresikokan penghasilan bulanan anda yg sudah pasti…. karena gaji bulanan anda bisa digunakan untuk memperkuat modal usaha….

Karena itu mulailah membicarakan semua dengan keluarga anak istri/suami karena tanpa adanya dukungan keluarga hal ini bisa berat sekali…

Dan silahkan mencoba dengan memulai memilih jenis usaha yg cocok ( cocok di keluarga, cocok dg waktu yg dipunya, cocok di lokasi yg udah dimiliki, cocok di modal keuangan yg dimikiki dan tentunya ccok dg market yg telah dibidik…..) serta hilangkan pikiran dan tindakan menganggap usaha anda hanya untuk membunuh waktu luang anda maka hasilnya akan akan dapat anda nikmati di masa depan … enakan ngak perlu keluar kerja….

Artikel Relevan Tetang Bisnis Sampingan :