Cara Memperlambat Putaran Meteran Air PDAM

Cara Memperlambat Putaran Meteran Air PDAM

Meteran Air atau Water Meter  adalah alat ukur untuk mendeteksi serta menghitung debit air dan volume air yang telah mengalir lewat flow meter. Jenis alat ukur water meter atau meter air ini banyak ditemukan dirumah dan apartemen yang menggunakan air pdam.

Water Meter ini biasanya digunakan untuk konfirmasi jumlah pemakaian air, sebagai dasar jumlah pembayaran ke pengelola atau pdam setiap bulan. Metaran air pdam ini sebelum dipasang biasanya telah dikalibrasi oleh badan kaliberasi resmi dan disegel sebagai bukti sudah di tera.

Tujuannya dari tera ini adalah sebagai hasil konfirmasi badan resmi pemerintah, sebagai alat ukur yang telah dikaliberasi. Dimana hasil kaliberasi biasanya memberikan pengesahan akan penghitungan volume air yang melewati water meter, untuk digunakan sebagai nilai transaksi pemakain banyaknya volume air.

Cara Kerja Meteran Air

Flow Meter sendiri terdiri dari dua perangkat utama, yakni transmitter dan transducer. Kedua perangkat ini memiliki peran masing-masing namun saling berkaitan. Dalam prosesnya, transducer berperan untuk merasakan fluida yang melewati perangkat utama, sementara transmitter berperan untuk mengolah sinyal dari transducer sehingga mampu diterjemahkan. Kedua komponen ini sering digabungkan sehingga flow meter bisa saja terdiri dari satu perangkat fisik.

Water Meter adalah alat ukur untuk menentukan banyaknya aliran air yang mengalir pada suatu pipa yang dilengkapi dengan alat penunjuk untuk menyatakan volume air yang masuk dengan berbagai kelas metrologi dengan tekanan maksimal 10 bar dan suhu paling tinggi 40°C.

Jenis Meteran Air

Meter air mekanis adalah meter air yang umum dipakai, karena meter air ini relatif murah serta operasionalnya dan pemeliharaannya sangat mudah. Kelemahan dari meter air mekanis ini adalah dalam hal masalah ketelitian dari akurasi yang tidak dapat tetap. Prinsip kerja dari meter air mekanis ini adalah air yang mengalir akan menggerakkan baling-baling atau biasanya disebut Vane Wheel dan dihubungkan secara mekanis dengan alat hitung. Kalau dilihat dari sistim pengaliran meter air mekanis maka dapat dikelompokkan menjadi 2 bagian, yaitu :

Single Jet

Prinsip kerjanya adalah air yang menggerakkan rotaring (baling-baling) langsung dari inlet badan meter air. Jadi single jet ini tidak memiliki measuring chamber. Kelemahan dari single jet ini adalah aliran yang masuk tidak seragam sehingga dapat mengakibatkan jeleknya dari akurasi meter ini serta dapat mengakibatkan baling-baling macet karena kemungkinan adanya endapan-endapan pada baling-baling besar.

Multiple Jet

Prinsip kerjanya adalah air yang masuk ke dalam badan meter sebelum menggerakkan baling-baling dibagi-bagi oleh kisi kisi yang merupakan bagian dari dari measuring chamber. Kelebihan dari prinsip ini adalah adanya pemerataan aliran yang menggerakkan baling-baling dapat terjadi dan akurasinya bisa lebih baik. Oleh karena itu meter air rumah tangga biasanya menggunakan meter yang memiliki prinsip ini. Sedangkan apabila melihat dari mekanisme kerja dari pencatatan volume yang mengalir dikelompokkan menjadi tiga bagian yaitu :

  1. Dry Dial
    Dimana pada sistim ini antara Register Capsule dengan Vane Wheel terpisah membran sehingga air yang mengalir dan menggerakkan baling-baling tidak masuk ke dalam Register Capsule. Adapun counter pada Register Capsule akan merekam pengaliran dengan magnetic drive. Jadi kelemahan dari sistim ini tidak tahan magnet kecuali apabila dipasang anti magnet pada badan Register Capsule.
  2. Wet Dial
    Pada sistim ini air yang mengalir akan masuk ke Register Capsule. Kelebihan dari meter ini memiliki starting flow yang lebih kecil dari sistim dry dial karena tidak menggunakan bantuan magnet tetapi langsung. Sedangkan kelemahannya adalah apabila kualitas air yang dilalui tidak baik untuk daerah tropis maka akan tumbuh jamur dan lumut pada counter meter.
  3. Semi Dry Dial
    Pada sistim ini sama dengan sistim wet dial hanya pada counter tidak dialiri oleh air yang mengalir tetapi diberikan cairan gliserin.

Another Article:

Namun demikian, karena umur pemakain yang berakibat munculnya kerak, lumut dan sebagainya menyebabkan kinerjanya yang menurun. Penurunan kineraja water meter pdam ini berakibat pada akurasi yang tidak sesuai dengan yang disyaratkan ( biasanya 2%).

Karena tingkat akurasi yang tidak sesuai sehingga menyebabkan kerugian baik pelanggan air minum maupun operator pdam, maka water meter perlu di kaliberasi ulang. Istilah lainya di tera ulang dan meteran air di segel dan yang perlu diketahui segel pada water meter yang diberikan departemen metrology tidak boleh rusak atau putus.

Jjika ini terjadi maka meteran air pdam tersebut wajib dilakukan tera ulang. Seperti juga pada meteran listrik yang disegel. Merusak segel pada meteran air secara sengaja akan berakibat PDAM tidak mempercayai hasil pengukuran dan sanksi ringannya adalah aliran air anda akan di putus dengan mencabut water meter oleh PDAM.

Pertanyaan yang sering muncul adalah :

“Bagaimana cara mengakali meteran air..?

“Bagaimana cara memperlamabat putaran jarum meteran air….?

” Tips memperlambat putaran meteran air.”

” Bagaimana Cara hack atau membobol meteran air dengan benang ?

Jika Pertanyaan dan cara ini muncul dari benak anda,  mohon STOP dan jangan coba2 di teruskan dengan aksi mengutak atik water meter tersebut. Resikonya ngeri dech…!!!

Karena Water meter yang dipasang di apartemen atau rumah anda adalah milik PDAM yang dipinjamkan pada pelanggan oleh PDAM. dan anda bisa digolongkan curang… bohong… dan melakukan pencurian air.

Karena anda tidak punya legal standing untuk melakukan kalibrasi water meter dan hanya badan resmi yang ditunjuk pemerintah yang boleh melakukan kaliberasi dan tera water flow meter, Anda Pasti Tahu akibatnya jika  anda digolongkan Merusak meteran air yang merupakan milik PDAM dan anda bisa diasumsikansudah atau berencana mencuri?.

Share
%d bloggers like this: