Material Electromagnetic Flow Meter

Material Electromagnetic Flow Meter

Material Electromagnetic Flow Meter merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan suatu flow meter, sebelum kita bahas lebih dalam mari kita lihat secara garis besar dua bagian dari electromagnetic flow meter yaitu magnetic flow sensor.

Bagian Electromagnetic Flow Meter

Flow meter magnetic merupakan flow meter air yang mampu beroperasi pada jenis cairan yang mempunyai konduktivitas diatas 20 micro siemens. Contohnya adalah air bersih, air laut, air minum, air limbah, air sungai, air lumpur, kecap, susu, cairan kimia dan lainnya. Dikarenakan ada banyak jenis cairan yang mempunyai konduktifitas, maka perlu diketahui spesifikasi secara benar sebelum menentukan type flowmeter magnetic.

Flow meter magnetic terdiri dari dua bagian yaitu magnetic flow sensor dan magnetic flow transmitter atau sering di sebut converter. Untuk magnetic flow sensor terdapat beberapa bagian yang sangat penting yaitu :

  • Flow tube sensor
  • Electrode sensor
  • Linner
  • Flange and coil cover

Baca Juga : Pengertian dan Fungsi Flow Meter

Material Flow Meter Magnetic

Flowmeter magnetic pada dasarnya bisa dipesan secara custom sesuai dengan disain engineering yang disesuaiakn dengan tujuan pemasangan flowmeter. Sepesifikasi dari cairan yang akan diukur menentukan jenis material yang digunakan. Pada dasarnya material yang digunakan bisa berupa cast iron, stainless steel, pvc atau jenis material lainnya

Berdasarkan jenis material yang digunakan pada flow tube, flange dan coil cover,  flow meter magnetic dapat dikelompokan sebagai berikut :

Carbon Steel Magnetic Flow Meter

Material Electromagnetic Flow Meter jenis carbon steel merupakan flow meter magnetic yang paling banyak dipakai di dunia industri karena harganya yang cukup standart.  Flow meter material carbon steel tersedia type flow sensor berupa insertioan maupun inline. Untuk jenis installasi inline menggunakan koneksi flange dengan class pressure berbagai tingkatan dari kelas 6 bars hingga 150 bars . Jenis flangenya juga tersedia dari ANSI, JIS hingga PN. Untuk tampilannya bisa dicat dengan segala warna agar tampilanya baik dengan cat anti corosive atau jenis cat lainnya.

Brass magnetic flow meter

Material brass pada magnetic flow meter biasanya yang tersedia di pasaran pada jenis Insertion magnetic flow sensor

Stainless steel magnetic flow meter

Material Electromagnetic Flow Meter jenis Stainless steel magnetic flow meter biasanya banyak diaplikasikan untuk proses makanan, minuman, cairan kimia atau kondisi lingkungan yang korosif. Apalagi di Indonesia yang iklimnya sangat ekstrim atau di pakai di daerah pantai yg korosif pada air laut atau lainya.

Untuk koneksinya flow meter magnetic stainless steel ini bisa berupa flange, drat, wafer serta triclamp ( sanitary clamp). Dikarenakan yang contact langsung dengan liquid adalah liner dan electrode sebaiknya untuk flange dan cover  memakai material SUS 304 saja

PVC magnetic flow meter atau non-metal magnetic flow meter

Magnetic flow meter dari segi model flow sensor dan display terbagi dua yaitu

Compact Magnetic Flowmeter

Untuk model compact yaitu magnetic flow sensor dan magnetic flow transmitter atau converter menjadi satu dan tidak terpisah oleh cable. Biasanya jenis ini dipasang pada pipa yang posisinya tidak terlalu tinggi dari lantai dan kita bisa melihat langsung display pembacaan pengukuran.

Tipe ini tidak cocok jika posisi pipa terlalu rendah  atau dibawah permukaan tanah yang berakibat terendam air saat hujan.  Namun ada juga manufacture yang memproduksi jenis compact dengan class IP68 hanya sja harganya cukup mahal. Oleh karena itu type ini sebaiknya dipasang pada posisi pipa dengan ketinggian dari lantai antara 0,5 meter hingga 2 meter. Usahakan untuk jenis compact dipasang di indoor atau tempat yang terlindungi dari cuaca hujan atau panas matahari.

Remote Magnetic Flow Meter

Untuk magnetic flow meter model remote cukup cocok dipasang dalam segala kondisi baik itu in door , out door, di parit dan bak control. Jenis ini lebih mahal karena manufacture perlu menyediakan cable sensor ke converter serta panel sensor dan alat tambahan lainya. Untuk posisi pipa yang tinggi remote magnetic flow meter juga cocok, agar operator tidak kesulitan jika melihat hasil pembacaan flow meter.

Bagaimana Cara Memilih Material Electromagnetic Flow Meter?

Saat ini, pengukur aliran magnetik (electromagnetic flow meter) telah banyak diterapkan untuk mengukur limbah industri atau air limbah. Dengan presisi tinggi dan masa pakai yang lama, pengukur aliran magnetik adalah pilihan utama untuk industri pengukuran lingkungan.

Untuk memilih meteran aliran magnet yang benar dapat lima bermain lebih lengkap ke meteran aliran magnetik untuk tujuan tertentu. Umumnya, pemilihan pengukur aliran magnetik didasarkan pada faktor-faktor berikut termasuk atribut kimia dari media fluida, diameter pipa, rentang aliran, bahan pelapis, bahan elektroda dan sinyal keluaran.

Baca Juga : Electromagnetic Flow Meter : Pengertian, Jenis, dan Komponen

Media cairan terukur

Menurut prinsip kerja meter aliran magnetik, cairan yang diukur oleh meter aliran magnetik harus konduktif. Untuk lebih tegas, setiap cairan yang konduktivitasnya lebih besar dari 5μ/cm, tidak termasuk cairan suhu tinggi, dapat diukur dengan meteran aliran magnetik. Oleh karena itu, gas non-konduktif, termasuk uap, minyak, dan aseton, tidak boleh diukur menggunakan pengukur aliran magnetik.

Pengukur aliran magnetic tipe terintegrasi atau terpisah

Pengukur aliran magnetik dapat dibagi menjadi tipe terintegrasi dan tipe split. Tipe terintegrasi umumnya diterapkan pada lingkungan yang menguntungkan. Sensor dan konverter flow meter elektromagnetik terintegrasi terintegrasi, sedangkan sensor dan konverter tipe split dipisahkan satu sama lain.

Dan pengukur aliran magnet tipe split umumnya diterapkan pada kondisi yang tidak cocok untuk membaca. Misalnya, ketika suhu lingkungan terlalu tinggi, getaran pipa sangat besar, lingkungan di tempat dapat menyebabkan korosi, dan pengukur aliran magnetik dipasang pada ketinggian tinggi, pengukur aliran magnet split akan menjadi pilihan yang lebih baik.

Diameter Pipa

Dalam kondisi umum, pipa pereduksi tidak dipilih di bawah prasyarat bahwa laju aliran yang dapat diterima di dalam pipa flowmeter berada dalam kisaran 0,3 m/s hingga 10 m/s. Pengaturan ini berlaku untuk proyek yang baru dirancang. Pemilihan laju aliran harus mempertimbangkan tidak hanya situasi kerja saat ini tetapi juga pengoperasian peralatan pada beban penuh. Namun, diameter pengukur aliran mag yang akan dipilih mungkin berbeda dari diameter pipa pemrosesan dalam dua kondisi berikut.

Laju aliran di dalam pipa lambat, tetapi aliran pemrosesan relatif stabil. Untuk memenuhi persyaratan meter dari rentang aliran, laju aliran dipercepat sebagian di flowmeter. Diameter flow meter lebih kecil dari kaliber pipa pemrosesan, dan pipa pereduksi di depan dan di belakang peredam.

Baca Juga : Prinsip Kerja Flow Meter Electromagnetic

Dari segi magnetic flow meter dengan kaliber besar, semakin besar kaliber, semakin tinggi harganya. Ketika laju aliran dalam aliran lambat, dan parameter pemrosesan stabil, flowmeter dengan kaliber kecil dapat dipilih. Ini tidak hanya dapat memastikan flowmeter berfungsi dalam kondisi yang baik, tetapi juga mengurangi biaya investasi.

Bahan Elektroda

Bahan elektroda termasuk elektroda 316L, elektroda tantalum, elektroda HC, elektroda platinum, dll. Pengukur aliran magnetik harus memilih bahan elektroda sesuai dengan korosifitas cairan yang diukur. Lihat tabel di bawah ini dan ada beberapa bahan elektroda umum dan aplikasinya.

Electrode materials Applications
Stainless steel SUS316 Berlaku dalam air, limbah dan cairan korosif lemah lainnya, banyak digunakan dalam industri bensin, kimia, industri karbamid, dll.
Stainless steel covered with tungsten carbide Berlaku dalam cairan tidak korosif dan abrasi tinggi.
Hastelloy B (HB) Ketahanan korosi yang kuat terhadap asam klorida dengan konsentrasi apa pun yang berada di bawah titik didih, juga tahan terhadap vitriol, fosfat, asam fluorida, asam organik, dll. asam tak teroksidasi, alkali, dan larutan garam tak teroksidasi.
Hastelloy C (HC) Tahan terhadap korosi asam pengoksidasi seperti asam nitrat, asam campuran, serta garam pengoksidasi seperti Fe3+, Cu2+ atau cairan lain yang mengandung oksidator seperti larutan hipoklorit, air laut.
Titanium (Ti) Berlaku dalam air laut, dan jenis klorida, garam hipoklorit, asam pengoksidasi (termasuk asam nitrat berasap), asam organik, alkali dll. Tidak tahan terhadap korosi asam pereduksi murni (seperti asam sulfat, asam klorida). Tetapi jika asam mengandung oksidator (seperti Fe3+, Cu2+), korosi akan sangat berkurang.
Ta Selain asam fluorida, asam sulfat berasap, alkali, hampir semua bahan kimia anti korosi, termasuk asam klorida mendidih.
Platinum-iridium Hampir dapat diterapkan di semua media kimia kecuali aqua fortis, garam amonium.

Material Ground Ring

Bahan cincin tanah dan bahan elektroda harus sama, dan bahan biasanya ditandai dengan ketahanan korosi yang mirip dengan bahan pipa.

Bahan Pelapis

Bahan liner dapat dipilih sesuai dengan korosi, abrasi, dan suhu media yang diukur. Menurut karakteristik media, PO, karet, Teflon, poliuretan, atau lapisan keramik dapat diadopsi. Lihat tabel di bawah untuk lebih jelasnya.

Lining Materials Main Performance Applications
Teflon (PTFE/F4) 1. Bahan paling stabil dalam plastik yang tahan terhadap asam klorida mendidih, asam sulfat, aqua regia, serta larutan alkali dan organik yang kuat.
2. Tidak sempurna dalam ketahanan abrasi.
Berlaku dalam cairan korosif yang kuat seperti asam kuat dan alkali.
PFA (Perfluoroalkoxy) 1. Ketahanan abrasi yang sama dengan PTFE.
2. Memiliki kemampuan ketahanan tekanan beban yang kuat.
Berlaku dalam keadaan tekanan beban yang kuat.
F46 1. Ketahanan korosi yang serupa terhadap asam, alkali, dan garam dengan PTFE.
2. Ketahanan yang lebih baik terhadap abrasi dan tekanan beban daripada PTFE.
Aplikasi yang sama seperti PTFE.
Neoprene (chloroprene rubber/CR) 1. Elastisitas yang baik, retraksi dan ketahanan abrasi.
2. Ketahanan terhadap korosi aicd rendah, alkali dan garam tetapi tidak untuk media oksidasi.
Air, limbah, air laut dan bubur, serositas mineral dengan abrasi rendah.
Polyurethane 1. Kinerja ketahanan abrasi yang baik.
2. Tidak sempurna dalam ketahanan asam/basa.
3. Tidak dapat digunakan untuk air yang dicampur dengan impregnan organik.
Berlaku dalam serositas mineral, bubur dan bubur batubara dengan abrasi tinggi.

Untuk Cara kerja dan sebagainya tidak ada perbedaan dengan jenis compact. Hanya saja mungkin kita membutuhkan box panel yang di sesuaikan dengan kondisi lapangan untuk melindungi converter dari cuaca.

Share
%d bloggers like this: