Penggunaan Flowmeter Ultrasonic Pada Pengolahan air limbah

Flow Meter Air Limbah

Air limbah adlah jenis air yang mempunyai kwalitas di bawah standart yang di butuhkan. Air limbah biasanya mempunyai karakteristik kotor, kwalitas rendah dan bahkan ada yang beracun, sehingga perlu di oleh sedemikian rupa agar tidak mencemari lingkungan.

Dengan karakteristik tersebut diperlukan flow meter yang sesuai dengan sifat cairanya agar alat flow meter tidak mudah rusak dan berumur panjang. Flow meter limbah yang digunakan sebaiknya memilih jenis yang tidak mempunyai komponen sensor yang berputar atau ada halangan di dalam area sensor  agar aliran limbah lancar. Salah satu jenis flow meter yang memenuhi kriteria tersebut adalah ultrasonic flow meter

Jenis flow meter Ultrasonic

Saat ini, flowmeter ultrasonic banyak digunakan pada proses pengolahan limbah baik limbah domistik maupun yang lainnya. Khususnya jenis instalasi yang tidak memotong pipa. Karena jenis flow meter ultrasonic ini dapat diaplikasikan pada ukuran pipa yang bervariasi dari 1/2″ hingga 6000″.

Berikut ini Flowmeter ultrasonic berdasarkan cara instalasinya digolongkan dalam :

  • In-Line Ultrasonic Flow Meters
  • Insertion ultrasonic Flow Meters
  • Clamp-On Ultrasonic Flow Meters
  • Open Channel Flow Meter

Inline Ultrasonic flow meter

Ultrasonic Flow meter yang paling banyak digunakan adalah jenis flowmeter yang cara installasinya menggunakan sistem clamp on. Yaitu instalasi yang tidak perlu memotong pipa maupun melubangi pipa. Karena itu anggapan sebagaian besar para enginner jika di sodorkan flowmeter ultrasonic  selalu di indentikan clamp on flow meter.

Inline Ultrasonic flow meter
Inline Ultrasonic flow meter

Padahal  flowmeter ultrasonic ada juga yang menggunakan sitem installasinya harus mematikan pompa atau menutup valve dan melakukan peotongan pipa. Jenis ultrasonic flow meter yang instalasinya harus melakukan pemotongan pipaa dan di lanjutkan dengan memasang flange atau membuat ulir dinamakan dengan istilah InLine ultrasonic flow meter seperti pada gambar dibawah ini.

Clamp on Ultrasonic Flow Meter

Flowmeter ultrasonic merupakan tipe flow meter yang cara kerjanya mengukur kecepatan aliran fluida dengan menggunakan ultrasound. Sehingga dengan perhitungan volume yang mengalir bisa terbaca di transmitter ultrasonic.

Dengan menggunakan sensor ultrasonik atau transducer ultrasonic dapat mengukur kecepatan rata-rata aliran fluida dalam pipa. Prinsip flowmeter ultrasonic transit time adalah mengukur rata rata perbedaan waktu antara waktu pengiriman signal dan penerimaan signal dengan arah aliran.

Flowma flowmasonic WUF 620 Clamp On Ultrasonic Flow Meter
Flowma flowmasonic WUF 620 Clamp On Ultrasonic Flow Meter

Jenis instalasi flowmeter Ultrasonic yang banyak disukai oleh enginner adalah jenis clamp on, karena instalasinya yang cepat dan mudah. Cara instalasinya, tidak perlu memotong atau melubangi pipa, tapi transducer  cukup ditempel pada permukaan luar pipa yang telah ditreatment.

Flow meter ultrasonic clamp onmempunyai output analag 4-20 mA, alarm, relay, pulse maupun communication RS232 atau RS485. Sedangkan untuk flow transmitter atau ultrasonic flow computer ada yang berjenis wall mount, pannel mount maupun pipe mount. Sedangkan untuk power suplai juga ada yang menggunakan AC 220 VAc maupun 24 Vdc

Keuntungan penggunaan  Flow Meter Clamp on ultrasonic :

  • Tidak ada penghalang di lintasan aliran, sehingga tidak ada pressure drop.
  • Tidak ada part bergerak (moving parts), sehingga tidak ada bagian parts yang aus yang menyebabkan maintenance cost rendah.
  • Model multi sensor mempunyai ketelitian lebih tinggi
  • Dapat digunakan untuk mengukur flow fluida yang korosif dan slurry.
  • Tersedia bbebrapa jenis sensor yang dapat mengukur dimeter pipa dari size DN15 – DN6000
  • Jika diaplikasikan pada ukuran pipa yang besar diatas 4 inchi akan lebih ekonomis dibandingkan dengan jenis flowmeter lainnya.
  •  Biaya instalasi sangat murah apalagi jika di instal pada pipa besar
  • Tidak perlu menghentikan proses aliran dalam pipa atau tidak perlu mematikan pompa
  • Dapat di operasikan pada semua jenis material pipa ( carbon steel, PVC, HDPE, SUS , dll ) dan semua jenis cairan homogen
  • Dapat di operasikan pada air limbah dan air kotor dengan maksimal solid partikel 12%
  • Dapat dipasang pada pada aliran dengan low flow velocity hingga 0.03 m/s
  • Mempunyai akurasi lumayan baik 1% – 2%
  • Pada additional tersedia eksternal data logger dengan menggunakan SD card
  • Tersedia analaog ouput 4-20mA,Pulse, relay, dan communication RS485
  • Tersedia sensor dengan class IP68 ( water proof)

Yang perlu diperhatikan saat ingin menggunakan flow meter clamp on ultrasonic , sebaiknya ambil data diameter, jenis material, dan tebal pipa, jenis transducer serta lainnya. Masukan data tersebut sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. Kemampuan pembacaan flow meter ultrasonic tergantung keakurasian pemasukan data yang di butuhkan.

Sebelum melakukan pemasangan flow meter, pastikan kelengkapan flow meter ultrasonic yang kita beli. Untuk transit time ultrasonic terdiri dari 3 komponan utama yaitu 1 set transducer, cable dan 1 unit ultrasonic transmitter.  Sedangkan accesorie lain yang dibutuhkan saat instalasi adalah transducer bracket, clamp on dan ultrasonic gel.

Tentukan  lokasi pipa yang dipasang transducer, ikuti  persyaratan jarak upstream dan down stream dan pastikan aliran laminer. Tentukan jenis instalasi transducer yaitu Type  Z ( berseberangan ), Type V ( sejajar ).

Flow Meter Open Channel

  • Flow meter open channel, banyak diaplikasikan pada  aliran pada sistem saluran terbuka seperti pada kanal, sungai atau parit.
  • Pada dasarnya, flow meter open chanel ini menghitung kecepatan aliran dengan mempertimbangkan ketinggian permukaan. Untuk pengukuran kecepatan aliran bisa menggunakan transit time flow meter atau Magnetic flow meter. Sedangkan, level atau ketinggian permukaan aliran bisa menggunakan ultrasonic level sensor atau radar sensor.
  • Penggabungan velociti dengan luas penampang bisa menghasilkan kapasitas aliran atau flow rate aliran dalam kanal.
  • Silahkan klik produk Open Channel Flow Meter
Open channel flow meter
Open channel flow meter
Open Channel flow meter
Ultrasonic flow meter open channel

Instalasi Flow Meter Ultrasonic Clamp on

Instalasi flow meter ultrasonic clamp on  sangat simple dan mudah terutama untuk mereka yang tidak menginginkan produksi berhenti. Transducer atau sensor ultrasonic cukup ditempel pada permukaan luar pipa dan kemudian di clamp. Langkah penting dalam instalasi yang perlu diperhatikan adalah data-data pipa dan cairan.

Yang perlu diperhatikan saat instalasi adalah, posisi titik dimana transducer clamp on ultrasonic dipasang. Disinia kita harus cermat tehadap jarak up stream atau down stream.

Flowmasonic WUF 620 J
Flowmasonic WUF 620 J Portable Flowmeter

Lihat manual operasional flow meter ultrasonic clamp on flowmasonic WUF 500 CF dan ikuti standar yang telah ditentukan oleh manufacture. Untuk instalasi di out door sebaiknya transducer ultrasonic dilindungi bracket guna menghindari perubahan posisi yang berakibat pada hasil pembacaan.

Berikut adalah langkah – langkah pemasangan/Instalasi Flowmasonic WUF 500 :

  • Sebelum melakukan pemasangan flow meter, pastikan kelengkapan flow meter ultrasonic yang kita beli. Untuk transit time ultrasonic terdiri dari  3 komponan utama yaitu
    • 1 set Ultrasonic flow transmitter
    • 1 set transducer untuk single path
    • 1 set cable transducer
    • Accesorries :
      • 1 set clamp on bracket  ( disesuaikan dengan diameter pipa )
      • 1 set bracket transducer
      • 1 sachet ultrasonic gel compound
      • 1 panel box include komponen panel
      • manual operasional dan quck guide instalation rudi
  • Tentukan  lokasi pipa yang dipasang transducer, ikuti  persyaratan jarak upstream dan down stream dan pastikan aliran laminer.
    • Hindari posisi dimana not full fill pipe
    • Hindari pemasangan pada arah top to bottom
  • Berikut ini Acuan Posisi Down stream dan upstream yang biasanya digunakan untuk flow meter
    • Ukur Diameter Luar dan tebal pipa
      • Masukan parameter tersebut pada ultrasonic transmitter WUF 500
    • Tentukan jenis instalasi transducer yaitu Type  Z ( berseberangan ), Type V ( sejajar ).
      • Jenis instalasi ini dipilih disesuaikan dengan diameter pipa, jenis material pipa
      • Pemilihan jenis instalasi berpengaruh pada kualitas signal yang dihasilkan sensor
      • makin bagus signal yang dikirim sensor ke transmitter amaka makin bagus akurasi yang didapat
    • Masukan jenis material pipa pada parameter transmiter
      • Jenis material pipa bisa dipilih sesuai dengan yang tersedia di menu
    • Dari data tersebut WUF 500 akan memberikan jarak antar transducer, setelah itu kita tandai pipa dengan ukuran jarak tersebut.
      • Jarak transducer ini harus dijadikan catatan penting agar kekuatan signal bisa didapatkan dengan maksimal
      • Selain jarak transducer yang perlu diperhatikan adalah posisi center dari transducer agar tangkapan ultrasond bisa sempurna
    • Siapkan pembersih permukaan pipa, seperti amplas dan bersihkan permukaannya yang dipasang transducer
      • Permukaan pipa perlu dilakukan treatment dengan benar agar tidak menurunkan kwalitas tangkapan signal yang d kirim maupun diterima oleh transducer.
    • Setelah bersih, pemasangan transducer dapat dilakukan dengan mengolesi ultrasonic gel pada sensor.
    • Tempelkan sensor pada pipa kemudian tutup menggunakan braket lalu diclamp.
      • Pemasangan bracket untuk menghindari perubahan letak sensor akibat sesuatu.
      • Pergeseran posisi transducer yang di setting dan di clamp dalam waktu lama akan menyebabkan kwalitas pembacaan dari flometer kurang baik dan bahkan bisa error.
    • Lakukan setting pada unit pengukuran sesuai dengan yang kita inginkan yaitu:
      • satuan waktu bisa dipilih second, minute, hour dan day
      • satuan jarak bis adipilih mm, cm, m
      • satuan volume bisa dipilih gallon, barrel, liter,  m3 dan seterusnya
      • Satuandiatas tinggal plih sesuai dengan yang disajikan dimenu satuan
    • Bagi yang membutuhkan analog out put sebaiknya disetel juga ke 4-20 mA dan dilakukan pengecekan ampere atau volt nya.
    • Untuk mengetahui kwalitas dari aliran sebaiknya dilakukan pengecekan kekuatan signal . Jika signal kurang bagus maka perlu dilakukan pengecekan ulang parameter diameter, tebal, jenis pipa dan jenis cairan.
    • Dan jangan lupa, semua langkah diatas dilakukan pada kondisi aliran dalam pipa harus penuh.
    • Untuk mengetahui normal tidaknya signal sebaiknya dibaca manual operasional dimana standartnya disesuaikan dengan persyaratan dari manufacture

Selain point penting diatas, hal yang tak kalah pentingnya adalah data-data dan parameter pipa yang akan ditempeli transducer. Seperti diameter pipa,tebal pipa, jenis pipa.Kedua point ini sangat berpengaruh pada akurasi kinerja WUF 500 ini.

Other Articles

Share
%d bloggers like this: